Wahai dikau, sang penanti fajar
Apakah dirimu terlupa
Apakah dirimu bisa terlihat bahagia
Sementara aku seakan menutup mata dari sinar sang surya
Wahai sang pejuang sepertiga
Di masa depan, kita adalah pemilik tujuan yang sama
Di masa depan, kita akan bahagia dalam berbagai cerita
Di masa depan, kita adalah genderang perang yang memicu semangat para pejuang
Namun kini, kita masih terjebak dalam skenario film yang sedang mereka nikmati
Iya mereka, mereka yang senantiasa menantikan akhir cerita kita
Akankah dengan lintasan air di pipi dan luka menganga
Atau dengan pelukan hangat yang selalu terjaga
Tak ada hal yang aneh, karena inilah hal nyatayang kita rasa
Wahai dikau bintangku
Aku titipkan kisah kita padamu yang pandai memutar film misteri dalam cinta
Yang begitu dalam terasa, meski tak terlihat dari luar angkasa
Maafkan aku yang sering mengganggu ketenteraman hatimu
Maafkan aku yang membatasi hati untuk bersuara
Namun rasa ini masih utuh adanya
Aku hanya manusia biasa yang selalu ingin membuatmu bahagia
Saat ini, aku ingin berdiam di sisimu dan tak beranjak
Aku senjamu yang lemah, hanya mengirimkan selembar sajak