Selasa, 18 Agustus 2020

Balasan dari Senjamu

 

Wahai dikau, sang penanti fajar

Apakah dirimu terlupa

Apakah dirimu bisa terlihat bahagia

Sementara aku seakan menutup mata dari sinar sang surya

 

Wahai sang pejuang sepertiga

Di masa depan, kita adalah pemilik tujuan yang sama

Di masa depan, kita akan bahagia dalam berbagai cerita

Di masa depan, kita adalah genderang perang yang memicu semangat para pejuang

 

Namun kini, kita masih terjebak dalam skenario film yang sedang mereka nikmati

Iya mereka, mereka yang senantiasa menantikan akhir cerita kita

Akankah dengan lintasan air di pipi dan luka menganga

Atau dengan pelukan hangat yang selalu terjaga

Tak ada hal yang aneh, karena inilah hal nyatayang kita rasa

 

Wahai dikau bintangku

Aku titipkan kisah kita padamu yang pandai memutar film misteri dalam cinta

Yang begitu dalam terasa, meski tak terlihat dari luar angkasa

Maafkan aku yang sering mengganggu ketenteraman hatimu

Maafkan aku yang membatasi hati untuk bersuara

 

Namun rasa ini masih utuh adanya

Aku hanya manusia biasa yang selalu ingin membuatmu bahagia

Saat ini, aku ingin berdiam di sisimu dan tak beranjak

Aku senjamu yang lemah,  hanya mengirimkan selembar sajak